Untuk
Suatu Hari dimulai dengan percakapan yang terjadi antara seorang reporter olahraga muda dengan mantan pemain baseball Chick Bennetto. Kata-kata yang pertama-tama dilontarkan oleh Chick adalah “Let me guess.” Kamu ingin mengetahui bagaimana saya ingin membunuh diri saya. Dari hal tersebut
cerita perjalanan hidup Chick dimulai, dan pembaca mulai mendengar sebagaimana mereka menjadi repoter tersebut.
Ketika Chick ingin melakukan bunuh diri, dia terbangun di dunia antara hidup dan mati dimana dia harus meluangkan satu hari bersama ibunya, yang telah meninggal delapan tahun yang lalu. Chick seharusnya bersama Ibunya ketika dia meninggal, dan dia masih memendam rasa bersalah itu ketika dia tidak melakukannya.
Cerita
ini lalu bergerak maju dan mundur antara ingatan Chick
mengenai masa kecilnya dan ketika remaja, dan settingnya berkisar mengenai Chick dan kematian Ibunya. Pada intinya cerita ini mengenai suatu usaha penyelamatan dan perdamaian dengan masa lampau seseorang. Cerita ini juga mengenai cinta, keluarga, kesalahan dan permintaan maaf.
Jika cerita ini terdengar sangat familiar, mungkin karena sebagian besar dari kalian telah membaca karya Mitch Albom sebelumnya yang berjudul Lima Orang Yang Kau jumpai di Surga. Nyatanya,
Untuk Satu Hari lebih menyerupai novel Albom sebelumnya. Persamaan karakter, persamaan supernatural tapi lebih ke setting keluarga. Lebih menyerupai tipe “Kehidupan yang Mengagumkan” yang bergerak dari penyesalan kepada perdamaian dengan kehidupan seseorang. Albom tidak banyak menciptakan suatu bidang baru. Entah itu bagus atau tidak tergantung pada kalian yang menyukai karya-karya sebelumnya.
Saya merekomendasikan untuk membaca Untuk Satu Hari untuk semua yang mencari bacaan yang cepat dimengerti, dan inspirasional, tapi bagaimanapun bukan sesuatu yang membuat saya untuk mengingat atau membacanya ulang.
Resensi lain tentang Untuk Suatu Hari