.
Ringkasan Buku
DEWI UBAN
Legenda Hantu Berambut Putih
CERITA diawali pada musim dingin tahun 1934 di dusun Yangke. Rakyat hidup menderita sebagai buruh di sawah milik Tuan Tanah Huang. Petani pagersari Jang tak mampu membayar hutangnya yang bunga-berbunga pada Huang. Maka Huang menyita Si-Er, putri tunggalnya. Si petani tua malang tewas dalam upaya mempertahankan putrinya.
Alih-alih dijadikan pelayan, gadis remaja itu diperkosa Huang sampai hamil. Ketika kandungannya berusia tujuh bulan, ia hendak dihabisi Huang. Namun berkat bantuan babu tua, Bibi Tjang, ia bisa minggat. Diburu dan disangka jatuh ke sungai, padahal sebenarnya bersembunyi dalam gua di bukit. Bertahun-tahun memendam duka dan takut keluar siang membuat seantero rambut Si-Er memutih. Ia hanya mencuri sesaji makanan di kelenteng pada malam hari. Penduduk yang masih takhayul merasa ketakutan karena mengira ia adalah Hantu Berambut Putih.
Sementara itu pasukan tentara datang dari Barat. Rakyat mengelu-elukan. Seorang perwiranya, Ta-Tjun adalah pacar Si-Er yang dulu diusir Huang. Ta-Tjun jugalah yang membuka rahasia si Hantu dan memboyong Si-Er turun bukit. Huang diadili. Harta dan tanahnya disita untuk dibagikan pada rakyat.
Hakekatnya kisah serupa juga ada di Indonesia, misalnya dalam Lenong Betawi (petani miskin dipaksa menyerahkan gadisnya untuk tuan tanah pada zaman penjajahan). Opera karya asli He Tjing-ce dan Ting Ji ini dialihkan ke bahasa Indonesia oleh sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pertama terbit pada tahun 1958. Cetakan kedua yang direvisi, tahun 2003. Tak banyak buku drama, apalagi yang berlatar budaya Tionghoa selain Sam Pek & Eng Tay. Jadi bagi grup sandiwara yang berminat memainkan sebuah Opera Peking modern bisa memanfaatkan buku ini. - Iway.
Diterbitkan di:
Juli 28, 2007
Ringkasan lain oleh iway
More