"Sebuah karya filem dari novel Arthur Golden, Buku
Kenangan Seorang Geisha"
Seorang anak yatim piatu, Sayuri (Ziyi
Zhang) dibesarkan dari masa kanak-kanak yang miskin
menjadi seorang geishan yang paling dicari dan terkenal di daerahnya tetapi tidak pernah bisa bersatu dengan Sang Ketua (Ken Watanabe) lelaki yang sangat dicintainya. Filem ini mendapat rating PG-13 untuk tema seksual dan kekerasan termasuk kekerasan yang diarahkan kepada anak-anak.
Buku kenangan seorang geisha distrudarai dengan sangat kompeten, dimainkan dengan sangat baik oleh aktor-aktornya dan penuh dengan gambar ya baik sekali. Soundtracknya sangat mendominasi, memanfaatkan keahlian biola Itzhak Perlman dan permainan Cello nya Yo Yo Ma. Makanya ga diragukan lagi segudang pujian disampaikan atas kemampuan teknis artistiknya dan potret simpatik atas masalah tekanan gender.
Saya fikir momen utama karya Memoirs of A Geisha, dalam perspektif kristenm adalah ketika Sayuri menerima kebaikan dan hadiah uang dari seseorang tak dikenal diatas jembatan. Sampai dengan titik ini didalam hidupnya, Sayuri telah mencoba untuk bebas dari rumah tempat dia telah dijual dan menjadi budak. Dia terima uang tersebut, dengan jumlah melebihi dari uang yang pernah dihasilkan selama hidupnya, kemudian dia berdoa dikuil dan mensedekahkan uang tersebut sebagai pelengkap doanya. Dia ingin menjadi seorang Geisha sehingga suatu saat dia bisa bertemu kembali dengan lelaki tersebut dan menjadi bagian dari hidupnya.