Halaman Utama Shvoong > Buku > Psychology and Postmodernism

.

Psychology and Postmodernism

Summary rating: 2 stars 6 Tinjauan
Pengarang : Steinar Kvale (Ed.)
Review by : ariez
Kunjungan : 497  kata: 600   Diterbitkan di: Juli 17, 2007
MENUJU  PSIKOLOGI  POSMODERN   Judul Buku   :  Psychology and Postmodernism. Penulis         :  Steinar Kvale (Ed.)     Dalam dua dekade terakhir, kita sering menjumpai istilah dalam beberapa kajian/wacana yang menurut kita masih asing di telinga kita, yaitu ‘posmodernisme’. Sebenarnya, apa makna istilah ini?
            Posmodern (posmodernisme), sebenarnya merupakan sebuah istilah deskriptif  yang menggambarkan tentang apa yang datang setelah modernisme. Istilah ini bukan anti modern, tetapi sebuah konsep luas yang berbeda dengan keyakinan tahun 1960an dan 1970an seperti anti otoritarianisme, anti kapitalisme, dan seterusnya.   Melawankan POSMODERN dengan modern pada dasarnya hanya akan melibatkan sebuah dikotomi yang berlawanan dengan arah posmodern untuk meninggalkan berbagai oposisi satu lawan satu dan dengan deskripsi tentang perbedaan dan nuansa. wacana posmodernisme cenderung menjadi rumit jika dipandang dari dikotomi modernis. Hal ini bisa mengakibatkan gagalnya para penulis posmodern dalam melampaui polaritas pemikiran modern, atau bisa memunculkan kecenderungan pembaca untuk memandang teks-teks posmodern dengan kacamata modern. Namun demikian, konsep tentang posmodernitas, kenyataannya menelorkan masalah periodisasi. Ini menimbulkan pertanyaan apakah posmodernitas betul-betul barang baru sehingga ia menggambarkan sebuah era baru, atau sebuah fase transisi? Atau apakah ia hanya sebuah penerusan masalah-masalah yang dihasilkan dalam era modern dan kemudian lebih layak disebut dengan neo-modernisme?  Salah satu pengaruh wacana posmodern yang pokok adalah fokus yang telah dipahami kembali terhadap dan klarifikasi atas apa yang dimaksud dengan modernitas, yang kemudian membuat eksplisit tema-tema pokok budaya yang digunakan sebagai rujukan ide-ide baru. Buku ini merupakan kumpulan dari sebuah symposium mengenai posmodernitas dan PSIKOLOGI yang diselenggarakan di Pusat Penelitian Kuantitatif, Universitas Aarhus, Denmark. Buku ini sebenarnya tidak membahas secara eksplisit, aliran-aliran psikologi baru terutama dalam era posmodern, tetapi  mencoba membandingkan konsep psikologi sebagai kajian yang sangat luas dengan pemikiran posmodern. Pemikiran mendasar yang menjadi wacana dalam buku ini adalah pengungkapan implikasi-implikasi budaya posmodern terhadap psikologi, yang intinya menjelaskan kemungkinan akan adanya sebuah disiplin psikologi dalam lanskap kultur posmodern.  Sehingga tema-tema yang dimuat dalam buku ini pada dasarnya berisikan tentang berbagai posisi pengetahuan, riset, dan praktek psikologi yang bergerak di dalam kultur posmodern. Hal ini sangat menarik karena psikologi merupakan ilmu yang relatif baru dan merupakan produk modernisme. Oleh karena itu, buku ini membagi implikasi-implikasi pendekatan posmodern terhadap disiplin ilmu psikologi dalam beberapa tema pokok, antara lain: Pertama, wacana posmodern yang mengantar pada rekonseptualisasi metateoritis tentang masalah pokok dan membuka pandangan baru bagi psikologi; kedua, wacana posmodern yang melibatkan rekonseptualisasi topik-topik psikologi seperti diri dan praktek terapi; ketiga, konsepsi ilmu psikologi yang sangat luas mungkin begitu berakar dalam asumsi-asumsi modernis yang sangat sulit memahami laki-laki dan perempuan dalam budaya posmodern; keempat, konsep era posmodern telah dimunculkan, dan implikasi-implikasi sementara bagi psikologi sangat bermasalah; kelima, relativisme dan fiksionalisme posmodern dapat menjadi pengganggu dalam hubungan terapi dan menyokong adanya mistifikasi ideologis bagi kapitalisme konsumen.                 Buku ini sangat perlu dibaca oleh semua kalangan, terutama para akademisi, mahasiswa (tidak hanya akademisi dan mahasiswa psikologi) serta kalangan yang konsern dengan perkembangan teori-teori ilmu pengetahuan dalam arus perubahan sosial. Sebab dengan membaca buku ini, akan diperoleh pengertian pokok tentang beberapa istilah seperti posmodernitas, posmodernisme, dekonstruksi, nihilisme, pemikiran posmodern, dan sebagainya. (Pernah dimuat di Harian Riau Pos, Edisi Ahad, 7 Januari 2007).

Resensi lain tentang Psychology and Postmodernism
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Ringkasan lain oleh ariez

More

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------