meet their bro
Summary rating: 5 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
205
kata:
900
Diterbitkan di: Mei 23, 2007
Sekitar tahun 2015 dunia terjadi ketegangan setelah kurang lebih 5 tahun DK PBB memberikan sanksi berupa embargo ke Iran. Harga minyak dunia meroket hingga gila-gilaan.
Tanggal 15 Oktober 2015 terjadi suatu hal yang tidak terduga di Asia. P. Formosa di serbu secara sepihak dari daratan negeri Tirai Bambu. Kala itu hari masih subuh menjelang pukul 5 waktu setempat. 4 burung besi terbang di ketinggian yang sangat rendah menuju lautan terbuka. Terbang dalam formasi yang cukup rapat bagaikan anak panah melesat menembus awan-awan pagi yang tipis di atas selat Taiwan.
Di salah satu kokpit burung besi itu menunjukkan altimeter dalam bentuk digital yang bertuliskan M 0.7(Mach 0,75). Piot burung besi yang terhimpit dalam ruangan oval sesekali menekan beberapa panel di depannya dengan tangan kiri yang terbungkus sarung tangan. Sementara yang lainnya tetap memegang stik yang mencuat beberapa meter di antara kedua belah pahanya. Baju terusan berwarna coklat sedikit terlihat karena cahaya matahari yang mulai bangkit dari ufuk timur. Ia mengenakan helm lengkap dengan alat bantu oksigen dan di tutupi oleh penutup kaca di depan matanya.
Pukul 6:15 waktu Taiwan.
Petugas komunikasi radar menara sedang bersiap-siap untuk bergantian piket kerja. Seorang petugas menatap layar radarnya yang hiruk pikuk dengan titik-titik objek di atasnya.
“di sini tower 3. sebutkan tujuan anda AX1023?”
“...Washington.”
“pertahankan arah di 0-1-7-0. Pertahankan ketinggian dan kecepatan.”
15 menit berlalu.
“di sini AX1023. lanjut ke arah 0-2-0. ketinggian 35,000 kaki. Pertahankan kecepatan 078.”
“mengerti.”
.............
“AX1023 anda menghilang dari radar. Laporkan status anda?”
............
“AX1023 apakah anda mendengar saya?”
...........(mulai panik)
“Ada apa” (tanya kepala pengawas menara ke petugas layar)
“pak, AX1023 menghilang dari layar”
Seorang kepala
“”
“sesegera mungkin”
....................
4 burung besi mulai menembus awan. Gedung-gedung pencakar langit mulai menampakkan dirinya. 2 burung besi memisahkan diri dari induknya. 2 lainnya tetap pada arahnya lengkap dengan muatan di perutnya.
Sementara itu, pangkalan AU gabungan AS – Taiwan aktivitas masih terlihat senggang. Tiba-tiba sirene menyalak dengan keras. Pangkalan berada dalam ancaman serangan. Pengawas pangkalan pagi itu segera berjalan menuju ke ruangan komando.
“Laporan.”
“radar menangkap sinyal lemah dari udara.”
“Jarak?”
“1/2 klik”
“Apa?”
(angkat telepon)
“Siapkan pencegatan sesegera mungkin.”
“Pak....”
(Menoleh)
“kita di kunci oleh radar, pak. Sektor 1-2-1?”
“Sialan, Ada apa di sana?”
“Radar komunikasi Horizon”
“berjalan dengan baik.”
“Aktifkan seluruh rudal pertahanan.”
“siap pak. Rudal mistral, TMD, Javelin siap.tinggal tunggu perintah.”
“Tembak.”
“lanjutkan penyergapan. Siaga 1.”
Dari balik gedung pertahanan, beberapa rudal kendali meluncur meninggalkan sarangnya menuju angkasa. Senapan mesin menembakan mitraliurnya ke angkasa secara menyebar. 2 ekor burung besi mendapatkan ancaman bertubi-tubi dari depannya mulai memisahkan diri.
Pihak radar Taiwan mengindentifikasi 2 jet pembom tempur jenis SU-35. Mereka membawa rudal udara-darat jenis KAB-500. Tidak kalah sengitnya 2 SU-35 tanpa indentitas negara manapun ini melakukan manuver ketika rentetan peluru. Tiba-tiba salah satunya melepaskan muatannya dan boom.... sistem pertahanan rudal di sekitar tiang radar hancur meninggalkan bola api.
Tiba-tiba pesawat lainnya membuntuti dari belakang pesawat pertama meluncurkan sebuah rudal berwarna merah pylon nya menembus tiang-tiang dengan sebuah bangunan kecil di salah satu sudutnya. Bola api membumbung tinggi di langit sesaat setelah peluru kendali KAB-500 menghantam sasaran dengan telak. Kedua ekor burung besi ini meninggalkan arena pertempuran tidak seimbang ini tanpa mengalami kerusakan yang berarti.
4 unit jet tempur Mirage 2000-9 milik Angkatan UdaraTaiwan mengangkasa untuk melakukan pencegatan dengan kecepatan tinggi. Radar buatan Thomson mengendus beberapa jet asing yang melakukan manuver menuju laut lepas. Sistem pengenal IFF menunjukkan beberapa unit pasukan kecil di darat mencoba memblokir jalur terbang pesawat asing tanpa identitas tadi. Namun kelihatannya tidak membuahkan hasil. Akhirnya pihak darat meminta agar pilot tempur untuk melepaskan peluru kendali AMRAAM ke sasaran dari dalam kota.
Pilot merasa bingung karena baru kali pertama ini, mereka di izinkan untuk meluncurkan peluru kendali yang pernah diklaim memiliki 80% akurasi sasaran ini dari dalam kota. Selain itu mereka juga tidak perlu takut karena sistem peluru kendali yang smart ini memiliki IFF yang berdiri sendiri apalagi menghadapi sasaran seberani ini.
4 dari 2 unit Mirage 2000-9 milik AU Taiwan melepaskan tanpa tanggung-tanggung 3 unit rudal pasif ini setelah menguncinya dari jarak sekitar 4 mil. Mengejarnya dengan kecepatan hampir mencapai 2 kali kecepatan suara hanya membutuhkan beberapa detik menuju are pencegatan.
Siang sekitar pukul 12:00, Cina secara sepihak melalui siaran berita televisi nasionalnya mengultimatumkan agar Taiwan segera menyerah tanpa syarat kepada China. Selain itu Cina mengatakan akan membekukan seluruh aset Taiwan yang berada di Cina akan di bekukan untuk sementara hingga ultimatum di penuhi. Pihak Internasional mulai bereaksi dan meminta agar keduanya mengambil jalan damai. Perang Poros China-Taiwan-Jepang di mulai, Korsel-Korut mulai mengalami krisis dan timur tengah juga bergejolak seperti Iran, Suriah maupun Lebanon.