Orang yang sedang
berpacaran kadang-kadang lupa batas-batasnya sampai di mana dia harus intim dengan pasangannya. Sering kali
kita mempunyai pendapat, kalau intim itu mesti hubungan
tubuh atau secara kontak tubuh bahkan sampai hubungan seksual. Padahal ini seharusnya menjadi bagian terakhir dalam masa persiapan memasuki pernikahan. Kalau terbalik prioritasnya atau apabila kita langsung masuk ke arah-arah seksual, kita terlalu dekat secara seksual; masalah-masalah yang tadinya ada kita tutupi tapi pada akhirnya akan muncul lagi, jadi kalau sampai terbalik, kita berpotensi besar untuk mengundang bencana di kemudian hari.
Keintiman yang harus dikedepankan adalah keintiman yang bersifat emosional. Bila keintiman
seksual dikedepankan pada masa berpacaran, maka akibatnya adalah timbul perasaan-perasaan negatif seperti
rasa bersalah, rasa cemas, rasa takut, rasa marah atau benci, dan rasa kecewa. Beberapa anjuran untuk mereka yang sedang berpacaran pada saat ini: pertama, jangan memulainya, dan jangan menyentuh-nyentuh, melihat-lihat bagian tubuh yang erotis. Kedua, hindarkan pertemuan di tempat tertutup tetapi biasakanlah bertemu di tempat terbuka. Ketiga yang juga penting adalahmemohon Tuhan melindungi mereka, menjaga mereka. Jangan takut untuk datang kepada Tuhan. Biarlah buku saku ini dapat memberkati kita semua khususnya yang sedang berpacaran. Terus bertumbuh dalam DIA & semakin serupa denganNya. Soli Deo Gloria…
Penulis : Paul Gunadi Penerbit : Literatur SAAT Tahun : 2004
Resensi lain tentang Membatasi Keintiman selama Berpacaran